01 November 2019

Gunung Semeru: Puncaknya Para Dewa, Surganya Para Pendaki


Gunung Mahameru atau dikenal dengan nama Semeru atau Meru, merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi impian banyak pendaki karena keindahan alamnya. Selain puncaknya yang indah, Ranu Kumbolo dan Oro-oro Ombo menjadi salah satu daya tarik yang membuat wisatawan ingin berkunjung ke tempat ini. Selain itu, gunung ini juga mempunyai beberapa danau cantik yang dapat memanjakan mata wisatawan saat berkunjung ke gunung ini seperti Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Darungan atau Ligo Lekisi, Ranu Kuning dan Ranu Kumbolo yang menjadi ikon gunung ini.

welcome to Mahameru 3676 mdpl
pict taken by anonymous

Waktu itu saya memilih jalur Ranu Pani Tumpang sebagai titik awal keberangkatan, dari Jakarta saya menggunakan pesawat ke Surabaya dan titik point bertemu dengan teman-teman di Pasar Tumpang menuju Ranu Pani dengan menggunakan jeep. Dari Ranu Pani kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 , disini tempat terakhir pemeriksaan dan pengurusan izin masuk.
Saat ini pendakian menuju Gunung Semeru sudah dapat dilakukan secara online, waktu saya pertama ke sana tahun 2012 masih on the spot untuk pendaftarannya.

Untuk menuju puncak, perjalanannya lumayan menantang, kita akan melewati beberapa pos namun memiliki pemandangan yang sangat indah, sehingga pasti tidak begitu terasa lelahnya. Dari Ranu Pani sampai Ranu Kumbolo, kondisi jalan masih lumayan mudah. Kemudian dari Ranu Kumbolo harus melewati Cemoro Kandang, Jambangan, Kalimati, Kelik, baru akan sampai pada Puncak Mahameru. Kelik merupakan batas vegetasi di gunung ini, yaitu batas tumbuhnya berbagai pepohonan. Dari Kelik menuju puncak buat saya adalah rute terberat, karena harus melewati jalananan yang lumayan menanjak, berpasir, dan berbatu.

salah satu jembatan yang harus dilewati sebelum menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo.
Sebelum menuju puncak, pendaki akan melewati danau yang populer sampai di dunia ini. Pada musim kemarau air danau ini sedikit surut. Warnanya yang biru karena saking dalamnya memberikan pesona tersendiri, dikelilingi pohon dan rerumputan yang hijau menambah keindahan danau ini. Jangan coba-coba membuang sampah di danau ini apalagi merusak ekosistem airnya dengan menggunakan produk kimia, kalau tidak mau kena semprot sama pendaki lain ya hehehe, lebih dari itu adalah demi kelangsungan keindahan danau ini. Saat itu kami menginap 1 malam di danau yang sangat indah ini.

menjelang sunset
pict taken by
Ami








Ranu Kumbolo menjelang sunrise, buka tenda viewnya langsung ini

Tanjakan Cinta
Sekitar Ranu Kumbolo ini, wisatawan juga dapat menikmati berjalan menuju tanjakan cinta yang sangat terkenal dengan mitos cintanya. Mitosnya temen-temen bisa meminta sesuatu saat berjalan di tanjakan ini dan jangan menengok ke belakangan sampai ke puncak punggungan atas.  Bahkan katanya kalau pasangan pergi ke tempat ini akan abadi. Benar atau tidak tergantung kepercayaan masing-masing, tapi permintaan saya di tanjakan ini belum terkabul sampai hari ini heheheheheheeh.


bagus ya diliat dari atas Tanjakan Cinta-nya
pict taken by Ami

ini loh namanya tanjakan cinta, hayo kalian team mana, percaya atau enggak
pict taken by Ami

Oro-oro Ombo
Letaknya berada di belakang tanjakan cinta setelah Ranu Kumbolo. Anda dapat menikmati hamparan luas padang rumput seperti taman tulutubies yang dipenuhi dengan tumbuhan Verbena brasiliensis, warnanya ungu sehingga kebanyakan orang mengiranya adalah tanaman lavender, padahal sangat berbeda, tanaman ini juga dapat mematikan tumbuhan lainnya melalui penyebaran bunganya, maka stop untuk memetiknya.


padang rumput yang kecoklatan dan ungu, terlihat kecil karena masih jauh

kalau seindah ini pemandangannya, masih takut naik gunung?




Di tempat ini anda dapat ber-selfie atau ber-wefie ria, pemandangannya yang sangat instagrambale saat mekar menjadi i spot favorit para pendaki.

Oro-oro Ombo tempat selfie wefie para pendaki
pict taken by Ami

Puncak Semeru
Dari Ranu Kumbolo kami melanjutkan perjalanan menuju Kalimati, dari Kalimati inilah kami mulai menyusuri puncak Semeru pada pukul 11 malam.

view Puncak Semeru dari Kalimati
pict taken by Ami

Pengalaman saya, 1 langkah berjalan mundur lagi 2 sampai 3 langkah karena jalanan berpasir. Saya mencoba berjalan merangkak agar tidak terus-terusan mundur.

dikit lagi puncaknya kata Ami

Trekking pole rasanya sudah tidak berfungsi lagi, mungkin webbing akan sangat bermanfaat saat itu. Selain itu harus berhati-hati karena bebatuan besar mengancam kapan saja, menggelinding dari atas, ya seperti film 5 cm itu.

Cemoro Kandang, salah satu pos buat istirahat dan berphoto
pict taken by Ami

menikmati view sunrise sambil menuju puncak
pict taken by Ami

Dalam kondisi dingin saya berjuang keras untuk tetap melangkah. Satu jam terakhir sampai puncak, saya hampir menyerah, nafas saya rasanya sudah mau habis, kaki sudah kaku kedinginan, namun teman perjalanan saya terus menyemangati.

photo iseng saking happy ada matahari akibat udah  kedinginan
pict taken by anonimous

Finally jam 7 pagi saya sampai ke puncak para dewa ini dengan penuh perjuangan, ya Tuhan ini adalah puncak pertama saya yang masuk dalam seven summit Indonesia, thank to Allah, untuk semua nikmatnya.


terima kasih Tuhan atas kesempatannya



nikmat mana lagi yang kamu dustakan


Betapa indah ciptaan Tuhan, maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan Mei....


Alamat
Ngampo, Pasrujambe, Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur

Harga tiket masuk

harga tiket masuk menuju Semeru per 1 Juni 2019
sumber: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).

 Waktu tempuh perjalanan
Pasar Tumpang à Ranu Pani                   ± 2 jam
Ranu Pani à Pos 1                                       ± 1 jam
Pos 1 à Pos 2                                                ±  1 jam
Pos 2 à Pos 3                                                ±  1,5 jam
Pos 4 à Pos 4                                               ±  1 jam
Pos 4 à Ranu Kumbolo                             ±  30 menit
Ranu Kumbolo à Cemoro Kandang      ±  1,5 jam
Cemoro Kandang à Kalimati                   ±  3-4 jam
Kalimati à Puncak Semeru                       ±  6-8 jam

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Musim kemarau, pemandangan di sepanjang jalan akan berwarna kuning kecoklatan indah dan langit akan terlihat biru indah.
Musim hujan, anda akan menyaksikan pemandangan hijau serta Ranu Kumbolo yang berkabut indah, dan Oro-oro Ombo yang sedang bermekaran.

Tips and Trik
  1. Siapkan fisik dan mental sebelum pendakian.
  2. Mendakilah dengan body system yang dapat dipercaya demi keselamatan anda.
  3. Bawalah perlengkapan mendaki yang sesuai dengan kebutuhan.
  4. Carilah tiket jauh-jauh hari agar dapat harga spesial, berangkatlah saat low season.
  5. Mendakilah secara legal. Jangan lupa lakukan pendaftaran, agar nama anda tercatat dan jangan lupa bawa identitas anda untuk keselamtan anda.
  6. Pastikan perlengkapan photographi anda terbungkus aman dan jangan tertinggal karena pemandangan di sana sangat indah, dan jangan lupa baterai kamera dan memori cadangan.
  7. Charge baterai HP dan Kamera karena tidak ada listrik setelah dari Ranu Pani.
  8. Bawalah logistik seperlunya dan sesuai kebutuhan.
  9. Pastikan menyimpan kontak keamanan dan menginformasikan ke keluarga jika kita melakukan pendakian.
  10. Bawa perlengkapan pribadi yang dubutuhkan.
  11. Last but not least and important thing, patuhi adat dan budaya masyarakat lokal dan traveler sejati akan memegang teguh ini ya “jangan ambil apapun kecuali gambar (don’t take anything but pictures), jangan bunuh apapun kecuali waktu (don’t kill anything but times), dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki (don’t leave anything but foot prints).


See you in my other journey, guys......