Skip to main content

Candi Mendut, Warisan Leluhur di Kota Magelang


Candi Mendut merupakan salah satu candi yang ada di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 38 km dari Yogyakarta. Untuk dapat mencapai tempat ini kami butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil, karena kami melaju dengan santai.

Candi Mendut ini berdiri dengan kokoh
picture taken by Afia

Candi ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan jika berkunjung ke Magelang. Lokasinya juga mudah dijangkau karena letaknya di pinggir jalan raya besar.

panas :)

photo diambil oleh Afia yang lagi belajar photo katanya :)
Saat tiba di candi ini, pengunjungnya hanya kami bertiga, harga tiket masuknya adalah Rp 3.500 per orang, sehingga kami dapat dengan leluasa bertanya kepada petugas yang jaga dan mengambil beberapa gambar.

relief yang ada di dalam Candi Mendut
taken by Afia

Candi bercorak Budha ini termasuk candi yang populer di Indonesia. Guide yang membawa kami menjelaskan mengenai asal usul candi ini, dan katanya candi ini lebih ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Candi ini mempunyai bentuk persegi empat. Sama dengan candi-candi lainnya, bangunannya terlihat kokoh sebagai peninggalan zaman dulu yang memiliki sejarah yang harus dijaga.

hasil arahan dari Afia gayanya :)

Setelah selesai mengobrol dengan Bapak Guidenya, kamipun pamit pulang. Saat kami pulang, barulah datang sekelompok turis asing dari Jepang dengan jumlah yang cukup banyak.
See you Magelang ……


Comments

  1. Ke candi pakai payung merah oke juga ternyata ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe eye catching ya, bagus vuay diphoto

      Delete
  2. Wah asyiknya. Tempatnya bisa dimonopoli sesuka hati yaa kalau pas sepi gini .hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bisa sepuasnya kalau pas lagi ga ada pengunjung lain hehheh

      Delete
  3. Fotonya jadi bagus pas sepi ya mba, nggak ada yang nimbrung sana-sini, he, he.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya baru pada datang pas udah siangan dan itupun para peneliti dari Jepang

      Delete
  4. aku sering ke borobudur tapi belom pernah mampir mendut. ini yang pas dipinggir jalan raya kan mba mei? mau foto disitu kadang isinnnn takut diliatin org lewat. besok besok mbok aku ditemenin kesanaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya dipinggir jalan, gpp banyak ko yang photo dari pinggir heheh

      Delete
  5. Beberapa kali lewat daerah candi Mendut tapi seumur umur belum pernah mampir. Enaknya kalau ke sini weekdays atau weekend, kak? Rencana mau bawa rombongan gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Both of it ok, karena kata penjaganya sepi. Yang banyak ke sini para peneliti2 gitu katanya

      Delete
  6. Fix aku mendut belum pernahh selalunya cuma lewat aja pas mau ke borobudur atau mau rafting doang kwkwkwk

    ReplyDelete
  7. Kalau ke borobudur bisa sekalian mampir ke sini nih~ di dekat candi mendut ada vihara juga dan kita bisa berkunjung ke sana...

    ReplyDelete
  8. Belum pernah kayaknya ke candi Mendut. Lihat relief di dalamnya kok kaya adem gtu ya, palagi klo bener mengunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya didalamnya adem gitu, mungkin faktor dari bebatuannya

      Delete
  9. Candi ini candi Hindu ya kalo diliat dari bentuk stupanya.. :)

    ReplyDelete
  10. Pernah satu kali aku foto-fotoan di Candi Mendut, tapi ga sampai masuk, cuma di sekitarnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kecil ko tempatnya kalau masuk juga ga perlu lama, ada pohon2 lucu buat pepotoan

      Delete
  11. Berwisata ke candi itu menyenangkan... Sayangnya kalau candi di jawa tengah baru ke borobudur saja. Kapan-kapan ke Candi mendut juga ah... Tfs mb..

    ReplyDelete
  12. Kayanya ke sana pas lagi sepi yah Mbak? Itu fotonya semacam lagi private photo session gitu di sana. SELOOOO SYEKALI~~~

    ReplyDelete
  13. Karena deket sama Candi Borobudur, Candi Mendut jadi kalah pamor. Orang dari luar kota lebih milih ke Borobudur aja terus skip Mendut. Padahal Candi Mendut nggak kalah bagus ya mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, sayangnya juga dari pemerintahnya promosinya kurang mungkin

      Delete
  14. Sering banget lewat candi ini kalau mudik. Kalau malam, gagah banget keliatannya dari luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku siang2an ke sini, kalau malam katanya ramai yang jualan kulinee diluarnya

      Delete
  15. Meiii aku suka banget liat fotonya. Boleh ya ikut2an teride pakai warna gonjren saat ke candi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhehe biar eye catching Mba, kontras biar photonya makin keceehhh

      Delete
  16. Sudah lama aku nggak main main ke candi nih mba. Kayaknya perlu ngajak keluarga ke sini biar tahu tentang sejarah juga :)

    ReplyDelete
  17. aku belum pernah main ke candi kalo yang di pulau jawa nih, candi mendut jadi salah satu destinasi deh kalo mampir ke magelang

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya enak lokasinya juga di pinggir jalan utama Mba

      Delete
  18. Ciri khas candi bikinan penganut Buddha mesti kayak Candi Mendut begini ya, dasar bangunannya kubus, supaya seimbang dari segala sisi.
    Saya sendiri lebih senang candi yang sepi, karena berarti motretnya gampang, nggak ada risiko bocor. Nggak kayak motretin Candi Borobudur, duuh bocor di sana-sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget Mba pas ke sini saya longgar kosong cumana d akami bertiga, siangan baru ad akelompok dari jepang untuk wawancara

      Delete
  19. Asik banget ya kalau tamasya ke candi gini bisa sekalian belajar sejarah.

    ReplyDelete
  20. Bangganya aku sebagai warga Indonesia adalah mengetahui banyaknya situs prasejarah yang dapat kita nikmati dengan mengunjungi tempat seperti candi ini ❤️

    ReplyDelete
  21. lho tiketnya murah ya, jomplang banget sama borobudur yang mahal banget:( kalau ke sana mampir deh ke mendut

    ReplyDelete
  22. Pas mau ke borobudur sempet lewatin candi mendut, tapi belom sempet mampir sampe sekarang 😅

    ReplyDelete
  23. Belum pernah kesini saya, hehehe...bagus ya, tiket masuk juga murah sekali. kalau pas lagi sepi begini enak bisa foto sesukanya dan sepuasnya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ga ada yang ganggu dan ga perlu ngantri

      Delete
  24. Murah ya ke Candi mendut. Tapi sayang minat orang Indonesia itu kurang berminat pada budaya. Ini PR buat pemerintah menarik orang buat datang ke candi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba negara kita suka yang mass tourism

      Delete
  25. Aku belum sempet ke Mendut nih kak
    Pengen juga kapan kapan kemari. Semoga keturutan. Bulan ini sibuk bangwt mempersiapkan nikahan kakakaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga lancar acara nikahan kakanya ya Mba

      Delete
  26. Selalu senang baca tulisan tentang tulisan wistaa bersejarah kayak gini, menambah ilmu

    ReplyDelete
  27. Menarik sekali ya saat mengunjungi situs candi, seperti candi mendut iini. banyak ragam cerita sejarah yang bisa diangkat dan diceritakan kembali

    ReplyDelete
  28. duh aku paling suka nih kalo berkunjung ke tempat bersejarah kaya gini, apalagi kalo ada info lengkap yang bisa di dapet saat kita berkunjung, semoga tempat bersejarah kaya gini selalu terawat dan dijaga dengan baik oleh semua pengunjungnya ya

    ReplyDelete
  29. Wish list banget kalo k Magelang aku pengen k candi Mendut deh mba, karena menurutku ngunjungin lokasi wisata semacam candi gini seru aja buat jadi bahan obrolan keluarga

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…