Skip to main content

Pink Beach, Pesona Indonesia Timur

Yap, destinasi terakhir sailing trip selama di Flores adalah mengunjungi pantai dengan pasir berwarna pink. Pink Beach menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak diimpikan traveller khususnya Indonesia dan sudah menjadi destinasi wajib dikunjungi kalau kita pergi ke Flores.

Menuju pulau ini, sepanjang jalan wisatawan akan disuguhi pemandangan nan biru, laut dan langit yang sama-sama biru bersih tanpa awan seolah bersatu menambah suasana siang makin cerah dan indah. Bukit-bukit cantik yang berwarna kecoklatan, saat anda datang ke tempat ini di musim kemarau menambah pemandangan semakin indah.

beberapa kapal yang menuju ke pink beach

biru dan coklat yang alami

salah satu bukit yang kami lewati saat menuju pink beach

Lama perjalanan sekitar 45 menit dari Pulau Komodo. Saat kami tiba pengunjungnya lagi ramai sekali. Jadi airnya juga sudah keruh. Mungkin juga karena terik matahari lagi tinggi-tingginya, sehingga warna pasirnya tidak kelihatan pink. Pasirnya juga sudah tercampur dengan jejak kaki para pengunjung, indahnya sudah tidak kelihatan lagi. Dan awan lagi banyak-banyaknya jadi sedikit rusak pemandangan indahnya.

saat itu hampir semuanya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat ini

nyobain main pasir pink beach, photonya blur :)
picture taken by Om Back, guide kami
Karena panas juga kami hanya snorkling sebentar. Akhirnya kami memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan pulang.

beberapa pengunjung melakukan snorkling
picture taken by Om Back, guide kami

pemandangan pantai pink beach saat awan lagi mendung
picture taken by Om Back, guide kami
just enjoyed the waterpicture taken by Om Back, guide kami

Sebelum pulang salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah manta ray point, matahari masih tinggi sehingga manta-manta yang bermunculan terkena silauan matahari. Begitu banyak manta di pulau ini bermunculan. Sayangnya baterai gopro saya habis. But I got some picture of them even unclear :)

manta ray point

Saat kami pulang hari sudah mulai sore, mentari sore sudah mulai menampakan keindahannya. Menikmati matahari terbenam diatas laut itu sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

sepanjang jalan pulang ditemani sunset

See you pink beach, see you manta ray point.

Comments

  1. Bukan pencari sunset, tapi foto sunsetnya ciamik banget. Keren pokoknya

    ReplyDelete
  2. Indahnyaa... Jadi pengen keliling Indonesia... Btw manta itu sejenis ikan pari ya mb? Mereka muncul ke atas secara bergerombol atau bagaimana?

    ReplyDelete
  3. Bagus banget pemandangan pas perjalanan ke Pink Beach. Biruuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba ayo ke sana sepanjang mata memandang birunya

      Delete
  4. Aku terpukau lihat foto-fotonya. Asliii keren-keren. Apalagi tempat aslinya, pasti sungguh mempesona.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali aslinya lebih menyenangkan Mba heheheh

      Delete
  5. Biru dan pink, asyik banget mandangnya yaa. MasyaAllah Indonesia indah.

    ReplyDelete
  6. Aku paling seneng foto2 travelingnya mba mei~ apik-apik, bagus-bagus, jadi pengen ke sana deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasa aja Nis, aku masih belajar hehehe

      Delete
  7. seger banget liat airnya. jadi pengen brb nyebur, kekeke

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi pas panas-panas mba pengen ga naik2 biar ga kepanasan ehhee

      Delete
  8. Keliatan agak pink sih mba. Kalau dari foto. Pemandangannya indah sangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kurang pintar ambil angel photonya jadi indahnya ga keliatan banget hehehe

      Delete
  9. Ya Allaaaah pink beach sumpah bagus banget. Air nya lho Mbak, keliatan banget jernihnyaaa :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya kamera saya waktu itu ga dipakai maksimal moto karena udah panas banget hehehe malas photo2 hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …