Skip to main content

Pembuatan Visa Waiver Jepang

Siapa yang ingin menikmati taman kota yang dikelilingi bunga sakura sambil minum teh manis di pagi hari atau menikmati gunung Fuji yang menawan dari sebuah balkon hotel terbaik di Jepang.

Saya tentu salah satunya, mmmhhhh harga visanya lumayan juga ya ..... don’t worry… ternyata kita bisa pergi kesana tanpa harus bayar visa reguler, ingat bukan bebas visa ya … bagaimana caranya ? Yaaaaaapppppp mendaftar Visa Waiver di Kedutaan Jepang pastinya.

Apa itu Visa Waiver
Sama seperti Indonesia, untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara, Jepang harus melakukan strategi salah satunya dengan memudahkan akses masuk ke sana melalui pembebasan visa.
Sejak 1 Desember 2014, Jepang memberlakukan bebas biaya visa bagi warga negara Indonesia yang ingin berkunjung ke negeri sakura tersebut dengan menggunakan Visa Waiver dan kita bisa mendapatkannya di Kedutaan Jepang dengan ketentuan :
1.  Harus sudah paspor elektronik atau e-passport.
2.  Masa tinggal tidak lebih dari 15 hari, jika lebih harus tetap apply visa reguler ya….. 
3.  Visa ini berlaku hanya 3 (tiga) tahun dari tanggal cap pembuatan.
4.  Visa ini dapat digunakan berkali-kali ke Jepang sampai masa berlakunya habis tanpa harus melakukan registrasi di setiap perjalanan.
5.  Jika masih berlaku tetapi masa berlaku e-passport sudah habis atau diganti, maka harus daftar kembali di Kedutaan Jepang .
6.  Visa ini tidak dikenakan biaya alias gratis dan akan selesai dalam 2 (dua) hari. Hari ini kamu masukin pendaftaran besoknya sudah bisa diambil. Pembuatannya pun cukup mudah dan cepat, saya kurang dari 5 (lima) menit sudah selesai.

Apa saja persyaratannya
1.     Membawa ID Card untuk ditukar dengan pass masuk
2.     Membawa e-passport asli
3.     Mengisi form seperti dibawah ini
Form Visa Waiver
Sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp


Kedutaan menyediakan form tersebut, tetapi untuk jaga-jaga kita bisa mempersiapkannya dari rumah. File dapat diunduh di sini.

Bagaimana cara daftarnya
1.  Saat kita tiba di depan pintu masuk kedutaan, petugas akan menyambut dengan ramah dan menanyakan keperluan kita, kemudian mereka akan meminta kita untuk menukar ID dengan kartu pass.
2.  Setelah masuk ruangan pendaftaran, ambil nomor antrian, ada petugas yang siap membantu. Saat itu saya tidak mengambil gambar nomor antrian karena ada tulisan dilarang mengambil gambar.
3.   Selama proses pembuatan, maka petugas akan mengambil e-passport kita dan menggantinya dengan sebuah kertas kecil sebagai tanda terima dan alat tukar untuk pengambilan visa waiver.

Cerita beberapa teman ada yang ditanyakan tiket pp, saya sama sekali tidak ditanya apa-apa. Petugasnya hanya meminta ­e-passport dan form yang sudah diisi dan menginformasikan mengenai pengambilannya esok hari.

Waktu Pendaftaran
Senin - Jumat pukul 9.00 - 12.00 WIB untuk pembuatan visa waiver
Senin – Jumat pukul 13.30 – 15.00 WIB untuk pengambilan

Alamat Kedutaan Besar Jepang
Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Jakarta Pusat 10350. Telepon +62-21 3192-4308

Penting dan Genting
1.  Berpakaian rapi dan sopan
2.  Membawa Kartu Identitas (KTP/SIM) untuk ditukar dengan pass masuk
3.  Datang lebih pagi agar tidak antri
4.  Untuk kemudahanan, jangan membawa barang terlalu banyak, seperti biasa keamanan di kedutaan cukup ketat
5.  Jangan lupa mengambil nomor antrian setelah melewati pass masuk
6.  Jangan mengambil gambar selama di dalam ruangan, jika ketahuan oleh petugas bisa saja beresiko dengan tidak di-approve-nya visa waiver kita, nah bahaya kan… patuhi saja peraturan yang sudah dibuat.
7.  Jika ada yang kurang jelas, tanya langsung ke petugas, mereka sangat ramah dan dengan senang hati membantu kita.

finally, I got it



I am ready to visit you sakura......

Comments

  1. Sekarang pergi ke nenegeri orang lumayan gampang yaa...

    Mb Mei aku udah follow blog kamu, follow balik yaa... makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga udah follow blog ini, follback juga yaa

      Delete
    2. sudah aku follow juga Nis, thanks ya udah follow

      Delete
    3. Mba Agustina juga sudah aku follow, terima kasih Mba sudah follow

      Delete
  2. Pembebasan biaya visa memang strategi untuk meningkatkan kunjungan wisata mancanegara ya. Jadi makin mudah piknik ke luar negeri dong.

    ReplyDelete
  3. Wah, nice info. Jadi, kapan kita ramai2 mingum teh di Jepang?

    ReplyDelete
  4. Ini memudahkan wisatawan yang ingin ke Jepang, tanpa ribet ngurus visa reguler yang butuh waktu yang lama.. Btw kapan nih ke Jepangnya? Ditunggu ceritanya ya..

    ReplyDelete
  5. Waduh. Jadi pingin piknik ke Jepang 😍😍 infonya bikin mupeng. Thank mbak ulasannya. Dirimu emang traveler sejati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks Mba Ri, saya masih pemula yang deket2 aja dulu hehehe

      Delete
  6. ini adalah salah satu alasan aku pengen ganti passpor elektronik. apa daya tabungan selalu kepake buat yang lain*bete deh* tapi gapapa ngurus visa jepang yang reguler pun tidak dipersulit :'"")

    ReplyDelete
    Replies
    1. habisin aja dulu passport yang ada hehehe

      Delete
  7. i see, btw apa bener kalau liburan hanya sehari saja di jepang malah kena denda? Eh itu jepang atau di mana yak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh saya baru tahu infonya ini Mba hehe

      Delete
  8. Oh, malah baru tahu sekarang ada e-passport. Enak juga yah bikin visanya. Cepet banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah lama sih Mba ini pemerintah mulai mengarahkan semuanya ke e-passport

      Delete
  9. Wahhh.. mantap nih kalo pengin ke Jepang. Sudahpanduan bikin visa. Eh btw paspor-paspor yang sering aku lihat itu bukan e-passport 'kan ya? Nah bedanya gimana itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. e-passport depannya ada chipnya mba, lainnya hampir sama

      Delete
  10. Pas bikin passpor tahun lalu rencananya engen bikin e-passpor gara2 alasan ini, ternyata jogja blm bisa bikin e-passpor, males kudu ke jakarta. Btw denger2 di jogja tahun ini bakal ada layanan e-passpor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga terlaksana ya di Jogja, baru ada di Jakarta (belum semua kantor imigrasi juga), Batam sama Surabaya terakhir yang saya tahu

      Delete
  11. Adudududu kamu membuatku semakin terpacu untuk segera bikin passport nihhh

    ReplyDelete
  12. Semoga di Jogja bisa segera tersedia layanan pembuatan e-passport ya mbak, bia nggak perlu jauh-jauh ke jakarta atau surabaya

    ReplyDelete
  13. Wah mudah ya ternyata. Oh ya bisa diwakilkan ga mbak? Kayaknya kalo aku di Jakarta bisa sih urus2 begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa tapi pakai travel agent, Jepang ketat

      Delete
  14. Bookmarked! Lagi rencana pengen ke Jepang tapi belum tau kapan. At least coba cari tau seputar administrasi apa yang harus disiapin mueheheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul awalnya cuman bookmarked administrasi, lama-lama terbang ke sana

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …