January 20, 2017

Desa Sasak Sade, Keindahan Budaya di Tengah Kota

Indonesia bagian Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi incaran banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pesonanya memang luar biasa, selain terkenal dengan pantai dan kekayaan alam baharinya, juga ditengarai kaya akan keindahan budayanya. Salah satunya adalah Sade.


Selamat Datang di Dusun Sasak Sade

Sade atau Desa Sasak Sade adalah merupakan salah satu desa yang berbasis budaya yang terletak di Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Akses menuju desa ini cukup mudah karena terletak di pinggir jalan raya. Desa ini terkenal karena masih mempertahankan budayanya yang sudah hampir 600 tahun. Desa ini juga dikenal dengan sebutan Desa Rambitan. Desa ini kurang lebih dihuni oleh 150 KK dan sekitar 700 jiwa tinggal di atas tanah seluas 5 hektar ini, yang semuanya menganut agama Islam Wektu Telu yaitu agama Islam yang dipengaruhi unsur agama Hindu dan Budha . Saat ini warga desa sudah mencapai generasi ke-15.

wefie dengan salah satu guide Desa Sasak Sade

Keunikan Desa Sasak Sade
Bentuk Rumah
Desa ini berbentuk sebuah perkampungan kecil dengan rumah-rumah yang unik. Atapnya disusun dari ijuk, dinding sebagai pelindung rumah dibuat dari rangkaian bambu dan lantai masih beralaskan tanah liat. Warga Desa Sasak Sade menyebut rumah sebagai bale.

lorong kecil menuju Desa Sasak Sade

Menurut guide, di Sade ini terdapat beberapa bale dan mempunyai fungsi masing-masing. Bale Kodong merupakan bale khusus untuk pasangan yang baru menikah, sebelum mereka membangun rumah yang lebih besar untuk ditinggali. Bale Berugak, tempat ini digunakan untuk menerima tamu atau tempat berkumpul warga desa untuk bersantai atau hanya sekedar mengobrol, dan tempat pertemuan untuk acara pernikahan, sunatan dan berembug untuk membahas suatu masalah, ada juga namanya Bale Lumbung, berfungsi untuk menyimpan padi. 

berpose depan rumah Desa Sasak Sade


Bale Tani adalah bale yang digunakan untuk tempat tinggal. Bale ini terbagi menjadi dua bagian, bagian dalam digunakan untuk anggota keluarga perempuan dan digunakan untuk memasak sementara bagian luar digunakan untuk anggota keluarga laki-laki sekaligus berfungsi untuk menerima tamu. Setiap rumah hanya mempunyai satu pintu untuk keluar masuk dan didepannya mempunyai tiga buah anak tangga yang menggambarkan lahir, berkembang dan meninggal.

bersama salah satu guide di Desa Sasak Sade

 Membersihkan Rumah dengan Kotoran Kerbau
Uniknya lagi mereka membersihkan lantai rumahnya dengan menggunakan kotoran kerbau yang dicampur sedikit air, kotoran ini dianggap dapat membuat ruangan lebih hangat dan dapat mengusir nyamuk. Penghuni rumah membersihkannya dua kali dalam seminggu sesuai dengan tradisi dari zaman dahulu.

teman-teman dari Kalimantan


Tradisi Pernikahan
Jika seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, maka laki-laki itu akan menculik perempuan itu pada malam hari dan mengembalikannya di pagi hari atu setelah beberapa hari. Itu merupakan cara romantis laki-laki untuk melamar wanita yang dicintainya. Tetapi jika wanita itu tidak mencintainya maka sebuah kemalangan karena dia tidak bisa menolak lamaran itu, jika ditolak maka akan berakibat buruk bagi dirinya dan tidak akan ada lagi laki-laki yang akan menikahinya.

Kegiatan Menenun Dan Bercocok Tanam
Menenun menjadi salah satu kegiatan perempuan di desa ini, selain itu juga ada kegiatan memintal benang. Mereka belajar menenun sejak usia sepuluh tahun. Katanya perempuan yang belum bisa menenun tidak boleh menikah, sehingga menenun merupakan kegiatan yang sangat berharga bagi kaum perempuan di Sade. 

salah satu wanita Desa Sasak Sade dalam kegiatan menenun

Tenunan yang dihasilkan sangat rapi, unik dan nyaman digunakan. 

salah satu hasil tenunan pengrajin di Desa Sasak Sade, kainnya halus dan adem

Selain dijual di desa ini, hasil tenunan mereka juga jual ke beberapa galeri penjualan oleh-oleh di Lombok. Selain menenun, sumber mata pencaharian desa ini adalah bercocok tanam yaitu padi dan sayuran.

salah satu warga Desa Sasak Sade menjual hasil tenun dirumahnya


wefie...... cheerrrssss

Jangan lupa kalau kesini membeli hasil tenun perempuan-perempuan hebat ini ya kawan, kainnya halus dan adem di kulit juga sebagai bentuk kepedulian kita untuk melestarikan dan mempromosikan kerajinan tenun dari Desa Sasak Sade ini.

Setelah kurang lebih satu jam mengelilingi desa asri ini, akhirnya kami harus pamit untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. see you Sade......



January 1, 2017

Pembuatan Visa Waiver Jepang

Siapa yang ingin menikmati taman kota yang dikelilingi bunga sakura sambil minum teh manis di pagi hari atau menikmati gunung Fuji yang menawan dari sebuah balkon hotel terbaik di Jepang.

Saya tentu salah satunya, mmmhhhh harga visanya lumayan juga ya ..... don’t worry… ternyata kita bisa pergi kesana tanpa harus bayar visa reguler, ingat bukan bebas visa ya … bagaimana caranya ? Yaaaaaapppppp mendaftar Visa Waiver di Kedutaan Jepang pastinya.

Apa itu Visa Waiver
Sama seperti Indonesia, untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara, Jepang harus melakukan strategi salah satunya dengan memudahkan akses masuk ke sana melalui pembebasan visa.
Sejak 1 Desember 2014, Jepang memberlakukan bebas biaya visa bagi warga negara Indonesia yang ingin berkunjung ke negeri sakura tersebut dengan menggunakan Visa Waiver dan kita bisa mendapatkannya di Kedutaan Jepang dengan ketentuan :
1.  Harus sudah paspor elektronik atau e-passport.
2.  Masa tinggal tidak lebih dari 15 hari, jika lebih harus tetap apply visa reguler ya….. 
3.  Visa ini berlaku hanya 3 (tiga) tahun dari tanggal cap pembuatan.
4.  Visa ini dapat digunakan berkali-kali ke Jepang sampai masa berlakunya habis tanpa harus melakukan registrasi di setiap perjalanan.
5.  Jika masih berlaku tetapi masa berlaku e-passport sudah habis atau diganti, maka harus daftar kembali di Kedutaan Jepang .
6.  Visa ini tidak dikenakan biaya alias gratis dan akan selesai dalam 2 (dua) hari. Hari ini kamu masukin pendaftaran besoknya sudah bisa diambil. Pembuatannya pun cukup mudah dan cepat, saya kurang dari 5 (lima) menit sudah selesai.

Apa saja persyaratannya
1.     Membawa ID Card untuk ditukar dengan pass masuk
2.     Membawa e-passport asli
3.     Mengisi form seperti dibawah ini
Form Visa Waiver
Sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp


Kedutaan menyediakan form tersebut, tetapi untuk jaga-jaga kita bisa mempersiapkannya dari rumah. File dapat diunduh di sini.

Bagaimana cara daftarnya
1.  Saat kita tiba di depan pintu masuk kedutaan, petugas akan menyambut dengan ramah dan menanyakan keperluan kita, kemudian mereka akan meminta kita untuk menukar ID dengan kartu pass.
2.  Setelah masuk ruangan pendaftaran, ambil nomor antrian, ada petugas yang siap membantu. Saat itu saya tidak mengambil gambar nomor antrian karena ada tulisan dilarang mengambil gambar.
3.   Selama proses pembuatan, maka petugas akan mengambil e-passport kita dan menggantinya dengan sebuah kertas kecil sebagai tanda terima dan alat tukar untuk pengambilan visa waiver.

Cerita beberapa teman ada yang ditanyakan tiket pp, saya sama sekali tidak ditanya apa-apa. Petugasnya hanya meminta ­e-passport dan form yang sudah diisi dan menginformasikan mengenai pengambilannya esok hari.

Waktu Pendaftaran
Senin - Jumat pukul 9.00 - 12.00 WIB untuk pembuatan visa waiver
Senin – Jumat pukul 13.30 – 15.00 WIB untuk pengambilan

Alamat Kedutaan Besar Jepang
Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Jakarta Pusat 10350. Telepon +62-21 3192-4308

Penting dan Genting
1.  Berpakaian rapi dan sopan
2.  Membawa Kartu Identitas (KTP/SIM) untuk ditukar dengan pass masuk
3.  Datang lebih pagi agar tidak antri
4.  Untuk kemudahanan, jangan membawa barang terlalu banyak, seperti biasa keamanan di kedutaan cukup ketat
5.  Jangan lupa mengambil nomor antrian setelah melewati pass masuk
6.  Jangan mengambil gambar selama di dalam ruangan, jika ketahuan oleh petugas bisa saja beresiko dengan tidak di-approve-nya visa waiver kita, nah bahaya kan… patuhi saja peraturan yang sudah dibuat.
7.  Jika ada yang kurang jelas, tanya langsung ke petugas, mereka sangat ramah dan dengan senang hati membantu kita.

finally, I got it



I am ready to visit you sakura......